TUGAS MAKALAH
SOFTSKILL PEREKONOMIAN INDONESIA
SISTEM
PEREKONOMIAN INDONESIA

NAMA : SANDRA
PERUCHA
KELAS : 1EB10
NPM : 29211055
UNIVERSITAS GUNADARMA
A. ARTI SISTEM
Banyak
ahli diberbagai disiplin ilmu mengemukakan pendapatnya mengenai arti sistem.
Namun, apapun definisinya suatu sistem perlu memiliki ciri sebagai berikut
(Suroso, 1993)
·
setiap sistem memiliki tujuan
·
setiap sistem mempunyai ‘batas’
yang memisahkannya dari lingkungan
·
walau mempunyai batas, sistem
tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dalam lingkungannya
·
suatu sistem dapat terdiri dari
beberapa subsistem yang biasa juga di sebut dengan bagian, unsur, atau komponen
·
walau sistem tersebut terdiri dari
berbagi komponen, bagian , atau unsur-unsur, tita berati bahwa sistem tersebut
merupakan sekedar kumpulan dari bagian-bagian, unsur, atau komponen tersebut,
melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu, atau memiliki sipat
‘Wholism’
·
Terdapat saling hubungan dan
saling ketergantungan baik di dalm sistem (intern) itu sendiri, maupun antara
sistem dan lingkungannya
·
Setiap sistem melakukan
kegiatannya atau peroses teransformasi atau mengubah masukan menjadi keluaran .
karna itulah maka sistem sering di sebut juga sebagi ‘processor’ atau ‘transformator’
·
Di dalam setiap sistem terdapat
mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersedianya unpan balik
·
Karna adanya mekanisme kontrol itu
maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri
dengan lingkungannya atau keadaan secara otomatik
B. PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN PADA UMUMNYA
Sistem perekonomian terjadi
pada awal peradaban manusia,Dengan karakteristik perekonomian, orang melakukan
kegiatan ekonomi dalam ha ini produksi, hanya memenuhu kebutuhan sendiri atau
kelompoknya saja. Dengn kata lain padasaat itu orang belum terlau berfikir
untuk melakukan kegitan ekonomi kepihak lain, apalagi demi keuntungan. Walaupun
orang tersebut harus berhubungan dengan orang lain untuk mendapatkan barang
lain, sipatnya bater, untuk kepentingan masing-masing pihak.
Denga semakin berkembangnya
jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakan perlunya sistem
perekonomian yang lebih teratur dan
terencana. Sistem barter tidak lagi dapat di pertahakan, mengingat
hambatan-hambatan yang dihadapi, seperti :
·
Sulitnya mempertemukan dua atau
lebih dari pihak yang memiliki keinginan yang sama
·
Sulitnya menentukan nilai komoditi
yang akan dipertukarkan
·
Sulitnya melakukan pembayaran yang
tertunda
·
Sulitnya melakukan teransaksi yang
tertunda
Dengn hambatan yang trjadi
tersebut, mulailah para cendekiawan memiliki sistm perekonomian yang lebih
bermanfaat digunakan manusia,hasil pemikiran para ahli tersebut adalah :
SISTEM PEREKONOMIAN PASAR ( LIBERALIS/KAPITALISME)
Di cetuskan oleh ahli
ekonomi Adam smith. Ini berasal dari paham kebebasan, Buku Adam smith yang
berjudul ‘ Teh theory of Sentiments’ menjadi kerangka moral bagi ide-ide
ekonominya (1759). Paham kebasan sejalan dengan pandangan ekonomi kaum kelasik,
mereka menganut paham ‘Laissez faire’, yang mlakukan kegiatan ekonomi, dengan
seminim mungkin campur tangan pemerintah.
Karna mereka mengangap
bahwa keseimbangan ekonomi/pasar akan tercipta dengan sendirinya, kekuatan
pemintaan yang akan mewujudkannya. Pemikiran kaum kelasik adalah :
1.
Hukum ‘ SAY’ yang mengatakan setiap
komoditi yang diproduksi, tentulah akan
membutuhkannya. D engan hukum ini para pengusaha/produsen tidak perlu khawatir
bahwa barang dagangnya akan sisa karna berapapun yang ia produksi akan
digunakan oleh masyarakat.
2.
Harga setiap komoditi itu bersipat
fleksibel. Dengan itu keseimbangan akan selalu terjadi. Kalaupun terjadi
ketidak seimbangan pasar (kekurangan atau kelebihan komoditi) itu hanya
bersifat sementara,
Jika demikian
pemikirannya, selanjutnya apa tugas pemerintah ? menurut kum kelasik, tugas
pemerintah adalah :
Membantu memperlancar dan
menciptakan kondisi yang mendukung kegiatn ekonomi yang sedang berlangsung.,
sebagi contoh membangun prasana jalan agar tranfortasi menjaji lancar,
mengeluarkan kebijaksanaan yang mendukung. Dan sejenisnya.
Dengan kondidi
perekonomian yang semacam itu, pemerintah memiliki tiga tuga yang sangat
penting ( Suroso,1993).
a.
Berkewajiban melindungi negara
dari kekerasan dan seranagn dariliberal lainnya
b.
Melindungi setiap anggota
masyarakat sejauh mungkin dari ketidak adilan atau penindasan oleh anggota
masyarakat lainnya atau mendirikan badan hukun yang dapat diandalkan.
c.
Mendirikan dan memelihara beberapa
institusi atau saran untuk umum yang
tidak dapat dibuat oleh program dikarnakan keuntungan yang di dapat darinya terlalu
kecil sehingga tidak dapa menutup biayanya.dengan perkatan lain diluar itu,
kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kpada swasta.
SISTEM PEREKONOMIAN PERENCANAAN
(ETATISME/SOSIALIS)
Karl max adalah seorang pencetus ide mengenai sisten ekonomi
etatisme. Dalam sistem ini praktis kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur di bawah
kendali negara. Sistem ini dapat kita lihat dalam negara yang menganut paham
komunisme, seperti uni sovyet. Tahap – tahap ide etatisme / komunisme yang
sempat muncul adalah :
·
Tahap pertamaprinsip ekonominya adalah setiap orang ( kepada
masyarakat )menurut kemampuannya, dan setiap orang menerima sesuai dengan
karyanya.
Tahap tersebut berkembang menjadi
setiap orang memberi sesuai dengan kemampuannya, dan setiap orang menerima
menurut kebutuhannya dengan kata lain distribusi menurut kebutuhannya ( Suroso,
1993 ).
Sistem sosialis sendiri terdiri dari
:
Ø Sistem sosialis, dengan karakteristik :
a.
Faktor – faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak
pemerintah / negara.
b.
Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi dengan
dikordinasi oleh pasar
Ø Sistem sosialis terencana ( komunis ), dengan karakteristik :
a.
Faktor – faktor poduksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak oleh
pihak pemerintah / negara
b.
Rangsangan dan intensif diberikan berupa material dan moral,
sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Sistem ekonomi campuran merupakan kombinasi logis dari
ketidaksempurnaan kedua sistem ekonomi di atas ( liberalisme dan etatisme ).
Selain sistem resesi dunia tahun 1930 telah menjadi buku ketidaksanggupan.
Sistem liberalis, langah gorbachev dan bubarnya kemompok negara – negara
komunis, menjadoi bukti pula kemahiran sistem etatisme. Sistem campuran mencoba
mengkobinasikan dari kedua sistem tersebut menyarankan perlunya campur tangan
pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan
kegiatan ekonominya.
C. SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
Sejak
berdirinya negara RI, banyak sudah tokoh – tokoh negara pada saat itu telah
merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara
individu maupun melalui diskusi kelompok. Seperti Bung Hata semasa hidupnya
mencetuskan ide bahwa dasar perekonomian indonesia yang sesuai dengan cita –
cita tolong menolong adalah koperasi, namun bukan berarti semua kegiatan
ekonomi harus dilakukan secara koperasi pemaksaan terhadap bentuk ini justru
melanggar dasar ekonomi koperasi.
Demikian juga dengan tokoh ekonomi
saat itu, Sumitro Djojohadikusumo dalam pidatonya di Negara Amerika tahun 1949,
menegaskan bahwa yang di cita – citakan adalah ekonomi semacam campuran. Namun
demikian dalam proses perkembangan berikutnya disepakatilah suatu bentuk
ekonomi baru yang dinamakan sebagai sistem ekonomi pancasila yang didalamnya
mengandung unsur penting yang disebut demokrasi ekonomi.
Demokrasi ekonomi dipilih karena
memiliki ciri – ciri positif yaitu ( Suroso, 1993 ) :
·
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas
– asas kekeluargaaan
·
Cabang – cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
·
Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya
dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat, sumber kekayaan
dan negara digunakan dengan kesepakaatan lembaga perwakilan rakyat, serta
pengawasan terhadap kepada kebijaksanaanya yang terdapat pada lembaga
perwakilan
·
Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang
dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan serta penghidupan yang layak.
Iklim kebangsaan setelah orde baru menetukan suatu kondisi
yang sangat mendukung untuk memulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang
seungguhnya diinginkan rakyat indonesia setelah melalui masa penuh tantangan
pada periode 1945 sampai dengan 1965, semua tokoh negara yang duduk dalam
pemerintahan sebagai wakil rakyat sepakat untuk kembali menempatkan sistem
ekonomi kita pada nilai yang telah tersirat dalam UUD 1945. Dengan demikian
sistem demokrasi ekonomi dan sistem pancasila kembali satu – satunya acuan bagi
pelaksanaan semua kegiatan ekonomi selanjutnya.
D. PARA PELAKU EKONOMI
Dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga pelaku ekonomi :
·
Pemilik faktor produksi
·
Konsumen
·
Produsen
Dalam ilmu ekonomi makro kita mengenal 4 pelaku ekonomi adalah :
·
Faktor rumah tangga
·
Sektor swasta
·
Sektor pemerintah
·
Sektor luar negeri
Struktur
Produksi
Struktur produksi adalah proses produksi, yang
menyatakan hubungan antara beberapa pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi
produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema. Struktur
produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi
kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi
nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi
nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier.
Sejalan dengan perkembangan
pembangunan ekonomi struktur produksi suatu perekonomian cenderung mengalami
perubahan dari dominasi sektor primer menuju dominasi sektor sekunder dan
tersier. Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :
·
Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang
cenderung berubah dari konsumsi barang
barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri
·
Perubahan
teknologi yang terus-menerus, dan
·
Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam
memproduksi barang-barang industri.
Struktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri. Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder.
Pendapatan NasionalStruktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri. Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder.
Pendapatan Nasional disebut juga Produk Domestik
Bruto(PDB) atau Gross Domestic Product(GDP) adalah “Nilai barang dan jasa akhir
berdasarkan harga pasar, yang diproduksi oleh sebuah perekonomian dalam satu
periode dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang berada dalam
perekonomian tersebut. Dalam konteks Negara, Indonesia juga menghitung
Pendapatan Nasionalnya dalam kurun waktu 1 tahun/periode. Berikut data
Pendapatan Nasional Negara Republik Indonesia dari tahun 2005-2009
Dari data tersebut bisa kita simpulkan bahwa setiap tahunnya Indonesia mengalami peningkatan Pendapatan Nasional. Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan PDB terbesar didunia. Pada tahun 2005 Pendapatan Nasional Indonesia terbesar dipasok dari sektor pertambangan sebesar Rp 491,28 triliuni. Dilihat dari PDB tanpa Migas juga tidak terpaut jauh dari PDB dengan migas, itu berarti sektor tersebut memberikan PDB yang cukup besar. Sedangkan mulai dari tahun 2006 hingga 2009 sektor Industri yang paling besar menyumbang Pendapatan Nasional. Dapat dikatakan bahwa Indonesia saat ini berkembang menjadi Negara Industri walaupun Indonesia disebut sebagai negara Agraris. Mengapa demikian ? Indonesia menpunyai peluang besar untuk menjadi Negara Industri dengan SDM yang ada dan dengan adanya teknologi yang berkembang cukup pesat saat ini. Dengan menjadikan Industri sebagai tonggak utama Pembangunan dan diberdayakannya SDM yang ada, bukan tidak mungkin Indonesia dapat menciptakan peluang usaha guna mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan derajat hidup rakyat banyak.
Distribusi
Pendapatan Nasional & KemiskinanDari data tersebut bisa kita simpulkan bahwa setiap tahunnya Indonesia mengalami peningkatan Pendapatan Nasional. Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan PDB terbesar didunia. Pada tahun 2005 Pendapatan Nasional Indonesia terbesar dipasok dari sektor pertambangan sebesar Rp 491,28 triliuni. Dilihat dari PDB tanpa Migas juga tidak terpaut jauh dari PDB dengan migas, itu berarti sektor tersebut memberikan PDB yang cukup besar. Sedangkan mulai dari tahun 2006 hingga 2009 sektor Industri yang paling besar menyumbang Pendapatan Nasional. Dapat dikatakan bahwa Indonesia saat ini berkembang menjadi Negara Industri walaupun Indonesia disebut sebagai negara Agraris. Mengapa demikian ? Indonesia menpunyai peluang besar untuk menjadi Negara Industri dengan SDM yang ada dan dengan adanya teknologi yang berkembang cukup pesat saat ini. Dengan menjadikan Industri sebagai tonggak utama Pembangunan dan diberdayakannya SDM yang ada, bukan tidak mungkin Indonesia dapat menciptakan peluang usaha guna mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan derajat hidup rakyat banyak.
Pendapatan Nasional
Salah satu indikator perekonomian suatu negara yang sangat penting adalah dengan pendapatan nasional. Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai suatu angka atau nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku/sektor ekonomi dari suatu negara dalam kurun waktu tertentu.
Pendapatan nasional sering digunakan sebagai indikator ekonomi dalam hal :
Menentukan laju tingkat perkembangan/pertumbuhan perekonomian suatu negara
Mengukur keberhasilan suatu negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonominya
Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dengan negara lainnya
Konsep Pendapatan Nasional
Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan
Disparitas Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan
Masalah besar yang dihadapi negara sedang berkembang adalah disparitas (ketimpangan) distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. Membiarkan kedua masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperparah keadaan, dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik.
Masalah kesenjangan pendapatan dan kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh negara sedang berkembang, namun negara maju sekalipun tidak terlepas dari permasalahan ini. Perbedaannya terletak pada proporsi atau besar kecilnya tingkat kesenjangan dan angka kemiskinan yang terjadi, serta tingkat kesulitan mengatasinya yang dipengaruhi oleh luas wilayah dan jumlah penduduk suatu negara. Semakin besar angka kemiskinan, semakin tinggi pula tingkat kesulitan mengatasinya. Negara maju menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative kecil dibanding negara sedang berkembang, dan untuk mengatasinya tidak terlalu sulit mengingat GDP dan GNP mereka relative tinggi. Walaupun demikian, masalah ini bukan hanya menjadi masalah internal suatu negara, namun telah menjadi permasalahan bagi dunia internasional.
Berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh dunia internasional, baik berupa bantuan maupun pinjaman pada dasarnya merupakan upaya sistematis untuk memperkecil kesenjangan pendapatan dan tingkat kemiskinan yang terjadi di negara-negara miskin dan sedang berkembang. Beberapa lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia serta lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya berperan dalam hal ini. Kesalahan pengambilan kebijakan dalam pemanfaatan bantuan dan/ atau pinjaman tersebut, justru dapat berdampak buruk bagi struktur sosial dan perekonomian negara bersangkutan.
Perbedaan pendapatan timbul karena adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi terutama kepemilikan barang modal (capital stock). Pihak (kelompok masyarakat) yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula. Menurut teori neoklasik, perbedaan pendapatan dapat dikurangi melalui proses penyesuaian otomatis, yaitu melalui proses “penetasan” hasil pembangunan ke bawah (trickle down) dan kemudian menyebar sehingga menimbulkan keseimbangan baru. Apabila proses otomatis tersebut masih belum mampu menurunkan tingkat perbedaan pendapatan yang sangat timpang, maka dapat dilakukan melalui sistem perpajakan dan subsidi. Penetapan pajak pendapatan/penghasilan akan mengurangi pendapatan penduduk yang pendapatannya tinggi. Sebaliknya subsidi akan membantu penduduk yang pendapatannya rendah, asalkan tidak salah sasaran dalam pengalokasiannya. Pajak yang telah dipungut apalagi menggunakan sistem tarif progresif (semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi prosentase tarifnya), oleh pemerintah digunakan untuk membiayai roda pemerintahan, subsidi dan proyek pembangunan. Dari sinilah terjadi proses redistribusi pendapatan yang akan mengurangi terjadinya ketimpangan.
Tingginya Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara belum tentu mencerminkan meratanya terhadap distribusi pendapatan. Kenyataan menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat tidak selalu merata, bahkan kecendrungan yang terjadi justru sebaliknya. Distribusi pendapatan yang tidak merata akan mengakibatkan terjadinya disparitas. Semakin besar perbedaan pembagian “kue” pembangunan, semakin besar pula disparitas distribusi pendapatan yang terjadi. Indonesia yang tergolong dalam negara yang sedang berkembang tidak terlepas dari permasalahan ini.
A. MACAM MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Salah satu konsep penting yang perlu di perhatikan
dalam mempelajarin Negara adalah mengetahaui tentang strategi
pembangunan ekonomi. Strategi
pembangunan ekonomi di beri batasan sebagi suatu tindakan pemilihan atas
faktor – factor (variable) yang akan di jadikan factor/variable utama yang jadi
penentu jalannya peruses pertumbuhan (Suroso, 1993). Beberapan strategi
pembangunan ekonomi yang dapat di
sampaikan adalah :
Strategi pertumbuhan
·
Strategi
pembangunan ekonomi suatu Negara akan terpusat pada uapaya pembentukan modal,
serta bagiamana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusat ,
sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
·
Selanjutnya bahwa
pertumbuhan ekonomi akan di nikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat
kebawah (trickle-down-effect) pendistribusian kembali
·
Jika terjadi ketimpangan atau ketidak merataan,
hal tersebut merupakan prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi
·
Keritik paling
keras dari strategi yang pertama ini adalah, bahwa pada kenyataan yang terjadi
adalah ketimpangan yang semakin tajam.
strategi pembangunan dengan pemerataan
inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekankan peningkatan
pembangunan melalui teknik social engineering. Seperti hal nya melalui penyusunan
perencanaan induk, dan paket program terpadu.
Strategi ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan kedua
mendorong para ahli ekonomi mencari alternative lain, sehingga pada tahun 1965
muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan.
Inti dari konsep strategi ketergantungan
adalah :
·
Kemiskinan di
Negara-negara berkembang lebih di sebabkan karena adanya ketergantungan Negara
tersebut dari pihak/Negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu Negara ingin terbabas
dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, Negara tersebut harus mengarahkan
upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan
dari pihak lain. Langkah yang ditempuh diantaranya adalah : meningkatkan
produksi nasional yang di sertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang
produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.
·
Teori
ketergantungan ini kemudian dikritik olek Kothari dengan mengatakan “teori
ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi
semacam dalih terhadap kenyataan dari kurang nya usaha untuk membangun
masyarakat sendiri (selfdevelopment). Sebab selalu akan gampang sekali bagai
kita untuk menumpahkan semua kesalahan pada pihak luar yang memeras, sementara
pemesan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan
saja” ( Kothari dalam ismid hadad ,1980 ).
Strategi yang berwawasan ruang
Strategi ini di
kemukakan oleh Myrdall dan Hirschman , yang mengemukakan sebab-sebab kurang
mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya/maju. Menurut
mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat
daerah maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread
effects ) lebih kecil dari pada terjadinya aliran sumber daya dari daerah
miskin ke daerah kaya ( back-wash-effects ). Perbedaan pandangan kedua tokoh
tersebut adalah bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan
miskin akan tercapai. Sedangkan Hirschman percaya , sekali pun baru akan
tercapai dalam jangka panjang .
Strategi pendekatan
kebutuhan pokok
Sasaran dari strategi ini adalah
menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya di kembangkan
oleh organisasi perburuhan sedunia ( ILO ) pada tahun 1975, dengan menekankan
bahwa kebetuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan
masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena
itu sebaiknya usaha-usaha di arahkan pada penciptaan lapangan kerja,
peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok dan sejenisnya.
B.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Pada prinsipnya
pemilihan strategi apa yang akan digunakan dalam proses pembangunan sangat
dipengaruhi oleh pertanyaan ‘ apa tujuan yang hendak dicapai ? ‘
Jika tujuan yang
hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang mandiri , maka strategi
ketergantungan lah yang mungkin akan dipakai. Jika tujuan yang ingin dicapai
adalah pemerataan pembangunan , maka strategi yang berwawasan ruanglah yang
akan dipergunakan.
C.
STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI DI
INDONESIA
Sebelum
orde baru strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada
usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada kenyataannya
Nampak adanya kecenderungan lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik,
dan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi.
Strategi pembanguna
di Indonesia tidak mengenal perbedan strategi yang ekterem. Dan strategi yang
berwawasan ruang (terbukti dengan terbaginya wilayah Indonesia dengan berbagi
wilayah pembanguna dan seterusnya 1,2,3 dan seterusnya).
D.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Apapun definisi perencanaan pembangunan, menurut
Bintoro Tejokroamidjojo manfaat perencanaan adalah.
·
Dengan adanya
perencanaan diharapkan terdapatnya suatu
pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksana kegiatan yang di
tujukan pada pembagian perencanaan pembangunan.
·
Dengan
perencanaan makan dapat di lakukan suatu perkiraan terhadap pada pelaksanaan
yang akan di lalui.
·
Dengan
perencanaan, dan perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang
terus menerus dapat di tingkatakan
·
Dengan
perencanaan dapat di capi setabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur.
Dalam sejarah perkembangan, perencanaan pembangunan
ekonomi di Indonesia di bagi dalam beberapa periode, yakni :
Periode sebelum orde baru, dibagi dalam :
Periode 1945-1950
Periode 1951-1955
Periode 1956-1960
Periode 1961-1965
Periode setelah orde baru, dibagi dalam :
Periode 1966 s/d 1958, periode setabilisasi dan
rehabilitasi
Periode Repelita :1969/70-
1973/74
Periode Repelita :1974/75-
1978/79
Periode Repelita :1979/80-1983/84
A.
KEADAAN GEORAFIS
INDONESIA
Kenyataan pertamaan yang harus diakui
dalah bahwa indonesia merupakan
negara kepulaun, dengan luas keseluruhan
-195 sampai dengan 200 juta ha. Keadaan demikian dapat menjadi suatu kekuatan
dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita, dan sebaliknya dpat menjadi
kelemahan ancaman bagi perekonomian kita,.
Bayaknya pulau akan menjadi kekuatan
dan kesempatan, jia pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur
dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang. Dengan kemampuan mengggali dan
memanfaatkan kekayan alam yang ada di indonesia.,
B.
MATA PENCAHARIAN
Dari keseluruhan wilayah yang
dimiliki indonesia, dapat di tai beberapah hal di antaranya :
·
Pertama,
mata pencaharian penduduk indonesia sebagai besa masih berada di sektor
pertanian (agraris), yang tinggal di prdesaan dengan mata pencaharian seperti
bertani, perikanan, petemakan dan sejenisnya.
·
Kedua,
kontribusi sektor pertanian terhadap GDP (gross domestic production)
·
Indonesia
yang bermanfaan bagi pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal
dari rekannya yang berkerja dan memiliki akses di sektor industri (kota).,
Langkah- langkah yang dapat di tempuh untuk mengatasi
diantaranya adalah :
·
Memperbaiki
kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan saranan dan
perasarannya bidang pertanian
·
Meninggkatkan
nilai tambah komoditis pertanian, jika dimungkinkan tidak haya untuk pasar
lokal sajah
·
Mencoba
mengenbangkan kegiatan agribisnis
·
Menunjang
kegiatan transmigrasi
C.
SUMBER DAYA MANUSIA
Sebelum
orde baru, pertumbuhan penduduk indonesia sangat tinggi -2.8 % dan setelah
pememerintah orde baru menyadari bahwa pertumbuhan tersebut harus di kurangi,
pertumbuhan penduduk kita hanya berkisar antara 2,1 % sampi 2,3 % dan 1,9 % di
perkirakan repelita selanjutnya.
Sebagi salah satu negara yang masi berkembang, indonesia
memang menghadapi masalah sumberdaya manusia, diantaranya :
·
penduduk
yang masi tinggi
·
Pertumbuhan
Penyebaran yang kurang merata
·
Kurang
seimbangannya dan komposisi umum
penduduk, yang di tandai dengan besarnya jumlah penduduk yang berusia
muda serta mutu penduduk yang masi relatif rendah.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan
menimbulkan bnyak masalah bagi negara,
jika tidak dikuti dengan dengan peningkatan peduduk akan menambah beban
sumber daya produktif terhadap sumber daya manusia yang belum produktif (
anak-anak manual, pengangguran), yang akibat lanjutnya akan mrnciptakan masalah
rumit,
Adapun sasaran kebijaksanaan tenaga
kerja di indonesia meliputi hal-hal berikut adlah :
1.
Memperluas
lapangan kerja untuk dapat menyerap pertambahan angkatan kerja baru dan mengurangi tingkat pengagguran
2.
Membina
angkatan kerja batu yang memasuki pasar melalui latihan keterampilan untuk
berusahaan sendiri maupun untuk mengisi lapangan kerj yang tersedia
3.
Membina
dan melindungi pra pekerja melalui mekanisme hubungn kerja yang di jiwai oleh
pancasila dan UUD 1945 (hubungn industri pancasila)
4.
Meningkatkan
peranan pasar kerja, agar penyalur, pemanfaatan tenaga kerja dapat menunjukan
kegiatan pembangunan
5.
Memperlambat
lajunya pertumbuhan penduduk dan meningkatkan mutu tenaga kerja memlaui usaha
pembinaan dam pengembangan
D.
INVESTASI
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan
ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di indonesia, terkumpulnya modal
dan susmber daya sebagi investasi, memduduki peran yang sanghat tinggi,
bagimana kita dapat melakukan perbangunan jika dana yang di perlukan untuk itu
tidak tersedia atau mencukupi.
Dalam kondisi tertentu masi sulit
untuk mengharapkan dana investasi dalam masyarakat. Untuk itulah pemerintah
memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran/biaya rutin
pemerintah tidak dapat terus menerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar